Taman Impian


Dalam kesunyian,
Kaki ini dilangkahkan.
Jejak demi jejak dilukiskan,
Menuju tempat yang tak tergambarkan,
Dalam hati ada rasa penasaran,
Tuk mengetahui apa yang selanjutnya kan ditemukan.

Terbayang dalam hati,
Sebuah tempat pelipur diri.
tempat untukku bersandar sendiri.
Tuk melepas semua penat yang dimiliki,
Setelah melewati hari yang begitu mencekik ini.

Sebuah bukit tergambar di depan mata,
Beribu bunga bertaburan menambah cantik ini semua.
Kicauan burung bagaikan sebuah nyanyian,
Lagu yang dipersembahkan hanya pada diriku.
Kelinci-kelinci berlari berputar kesana-kemari
Awan biru membentuk suatu tulisan,
Yang memberikan makna dalam bagi hati orang yang menyaksikan.

Angin berhembus menembus helai demi helai rambutku,
Menyapa dengan lembutnya pada diriku.
Berbisik lirik dalam telingaku,
Hingga menusuk tajam dalam jiwaku.

Gemercik air membubarkan lamunanku,
Menuntunkun tuk mengikuti jalan yang ada dihadapku.
Berbagai rintangan harus dipatahkan,
Tuk mencapai tempat yang ingin ku taklukan,
Beribu pengorbanan,
Berbuah dengan sejuta kesenangan.

Air mengalir dari tempat tinggi menuju tempat rendah,
Menyusuri bebatuan perlahan dengan penuh kesabaran,
Semuanya dilakukan agar mereka bisa mencapai lautan.

Namun entah ku juga tak tau mengapa...
Kenyataan yang ada membuat diri ini begitu tertekan,
Ku baru belajar...
Dari semua keindahan,
Yang ada di alam,
Yang begitu menyejukan..
Serta membuat hati begitu tentram...
Ternyata menyimpan berjuta pelajaran....
Yang harusnya kita perhatikan...


Ku beranjak dari tempatku bersajak,
Dari tempat yang begitu tampak
Menuju pohon rindang bergoreskan kapak.
Ku amati pohon itu dengan begitu teliti,
Agar ia tak merasa tersakiti.
Tiba-tiba air mata jatuh berlinang di pipi,
Menghapus semua rasa iri dan benci,
Dari dalam tubuh yang begitu membunuh diri.

Ku coba memahami,
Semua arti hidup ini,
Tuk bisa menjadi diri,
Yang kuat tuk berdiri,
Walau diatas duri,
Menatih indahnya jejak,
Menuju sucinya sanubari.

Hidup bukanlah tanpa arti,
Bukan juga sebuah ciri,
Atau hanya sekedar tuk berbangga diri,
Dan akhirnya bunuh diri.

Hidup harus kita nikmati,
Menjadi diri yang begitu terobati,
Langkah demi langkah harus dijajaki,
Tuk hidup tanpa penyesalan dalam diri,
Sabar dalam hati musnahkan segala dengki,
Tuk punya hati yang begitu suci,
Tetap tegar dalam sunyi,
Tuk jadi orang yang siap berdiri,
Di puncak kesuksesan jati diri.

Dari alam ku belajar semua itu,
Belajar tuk mencintai diri ini,
Belajar tuk berdiri dalam sunyi,
Belajar tuk kuat menghadapi semua duri,
Yang tertusuk dalam hingga sanggup membunuh diri,
Sabarlah mengantri,
Tuk mencapai semua yang kau mimpi,
Belajar tuk tetap ceria,
Walau di area tanpa mimpi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Ditolak Dukun Bertindak

Monumen Jalesveva Jayamahe (MONJAYA)

Naskah Drama : Satu Hati Satu Jiwa